GARUT (KBK) – Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Garut, meninggalkan kenangan pahit bagi setiap korbannya tak terkecuali Eka Saptaji (39) warga Desa Haur Panggung, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut.
Rumahnya yang hanya berjarak sepelemparan batu dari bibir sungai Cimanuk menjadi saksi bisu dari dahsyatnya terjangan air.
Beruntung Eka bersama istri dan 5 anaknya berhasil penyelamatkan diri ke lantai 2. Tanah lapang yang berada persis di depan rumah Eka dalam sekejap berubah menjadi lautan yang dipenuhi sampah aliran sungai Cimanuk.
“Waktu itu saya sudah mau tidur tapi sudah siap-siap kalau mau banjir. ternyata banjir yang datang tidak seperti biasa. Air datang begitu cepat, lantai 2 rumah saya yang tingginya 6 meter hampir terendam,” jelas pekerja proyek bangunan tersebut kepada KBK, Kamis (22/9/2016).
Atas kejadian tersebut sedikitnya Eka menanggung kerugian materil hingga belasan juta rupiah.
“Semua perabot elektronik rusak karena terendam air. tv, radio, magicom, kipas angin semuanya rusak. Sepeda motor saya juga terendam, sampai sekarang belum bisa hidup,” ujarnya.
Di luar itu, warung camilan milik Eka pun tak luput habis diterjang air bah. Eka mengaku kini dirinya membutuhkan modal guna membangun kehidupannya kembali.
“Yang paling saya butuhkan adalah pakian dan makanan. soalnya kan rumah saya dekat sungai, belum tersentuh bantuan secara maksimal,” keluh Eka




