Palestina- Pasukan Israel menyamar sebagai warga sipil dan petugas medis saat menyerbu sebuah rumah sakit di Tepi Barat yang diduduki, Selasa (30/1). Tiga orang warga Palestina tewas dalam serangan yang dramatis. Israel menyamar dan membunuh seorang anak berusia 18 tahun saat dia terbaring di ranjang rumah sakit, di mana dia ‘setengah lumpuh’ dan menerima perawatan setelah serangan udara Israel pada bulan Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel melepaskan tembakan di dalam Rumah Sakit Ibnu Sina di Kota Jenin, Tepi Barat.
Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan tidak ada baku tembak, yang mengindikasikan bahwa ini adalah pembunuhan yang ditargetkan.
Militer Israel mengatakan para militan menggunakan rumah sakit tersebut sebagai tempat persembunyian, tapi tanpa memberikan bukti.
Rekaman kamera keamanan dari rumah sakit menunjukkan sekitar selusin pasukan yang menyamar, kebanyakan dari mereka bersenjata, mengenakan jilbab, pakaian rumah sakit, atau jas dokter berwarna putih.
Satu orang terlihat membawa senapan di satu tangan dan kursi roda terlipat di tangan lainnya.
Pasalnya, rumah sakit itu telah merawat puluhan ribu warga Palestina yang terluka dalam perang dan menyediakan tempat perlindungan penting bagi para pengungsi.
PBB mengeluarkan pernyataan tegas setelah apa yang digambarkannya sebagai “eksekusi di luar hukum yang direncanakan” terhadap tiga pria Palestina di Rumah Sakit Ibnu Sina di Kota Jenin, Tepi Barat.
Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengatakan, Israel harus memberikan pertanggungjawaban atas semua penggunaan kekuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pasukannya.
“Pembunuhan di luar hukum terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki oleh pasukan Israel harus segera diakhiri,” kata kantor hak asasi manusia PBB, Rabu (31/1), dikutip dari Al Jazeera





