PBB Desak Akses Kemanusiaan untuk Warga di Myanmar

Ilustrasi Para pengunjukrasa prodemokrasi Myanmar menentang aksi kudeta junta militer memasang barikade berupa pakaian dalam dan sarung perempuan untuk menghambat gerak aparat keamanan.

NEW YORK  – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan “keprihatinan mendalam” tentang kekerasan yang sedang berlangsung di Myanmar, di mana pemerintah negara itu menggunakan kekuatan militer untuk mengatasi para penentangnya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (10/11/2021) malam di New York itu dikatakan jika Dewan Keamanan menegaskan pentingnya langkah-langkah untuk meningkatkan situasi kesehatan dan kemanusiaan di Myanmar, termasuk memfasilitasi pengiriman dan distribusi vaksin COVID-19 yang adil, aman dan tanpa hambatan.

“Akses kemanusiaan penuh, aman dan tanpa hambatan untuk semua orang yang membutuhkan, dan untuk perlindungan penuh, keselamatan dan keamanan personel kemanusiaan dan medis.”

Pernyataan Dewan Keamanan ini muncul menyusul serangan besar-besaran militer Myanmar di barat laut negara itu, meski muncul peringatan bahwa situasi kemanusiaan di negara itu memburuk secara tajam.

Situasi keamanan di Myanmar, serta kesulitan yang dihadapi lembaga-lembaga bantuan dalam mendapatkan izin dari pemerintah untuk beroperasi di daerah-daerah terpencil, sangat membatasi aliran bantuan.

Pernyataan baru dewan tersebut menegaskan kembali dukungan untuk transisi demokrasi Myanmar, dan juga menegaskan kembali seruan sebelumnya kepada militer untuk menahan diri sepenuhnya.

Advertisement