PBB Desak Israel Sudahi Penahanan Warga Palestina Tanpa Pengadilan

Foto Ilustrasi

Newyork-PBB mendesak Israel untuk memutuskan nasib tahanan yang berada di bawah penahanan administratif tanpa pengadilan atau dakwaan di tengah gelombang baru aksi mogok makan oleh warga Palestina yang memprotes penahanan mereka secara sewenang-wenang.

Koordinator PBB untuk Bantuan Kemanusiaan dan Kegiatan Pembangunan di Wilayah Pendudukan Palestina, Robert Piper mengatakan hal tersebut.

Seperti diketahui, tanggal 13 Juni lalu, adalah hari Kayed dijadwalkan untuk dibebaskan, rezim Tel Aviv memutuskan untuk memperpanjang masa penahanannya selama enam bulan di bawah kebijakan penahanan administrasi, yang memungkinkan para tahanan untuk ditahan tanpa pengadilan selama enam bulan dan bisa diperpanjang.

“Ini adalah kasus mengerikan, di mana Kayed ditempatkan dalam penahanan administratif pada hari pembebasannya setelah menyelesaikan 14,5 tahun kurungan penjara,” kata Piper.

Dia lebih lanjut mengatakan sekitar 100 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel telah meluncurkan mogok makan sebagai bentuk solidaritas kepada Kayed.

Seperti diketahui, Kayed (35) adalah anggota dari Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), ditangkap tahun 2002 silam dan menghabiskan 14 setengah tahun di penjara-penjara Israel, seperti dilaporkan Press TV, Senin (22/8).

Advertisement