NEW YORK – Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA) gagal memperoleh pendanaan baru karena badan itu menghadapi gangguan dalam program-programnya pasca pemangkasan anggaran secara besar-besaran oleh pemerintahan Trump.
Januari lalu pemerintah Trump memberitahu UN Relief and Works Agency for Palestinian Refugees (UNRWA) bahwa Amerika hanya akan menyumbangkan $60 juta dolar untuk anggaran program 2018, turun lebih dari $300 juta dibanding 2017.
Komisaris Jendral UNRWA, Pierre Krahenbuhl, kepada para donatur mengatakan pada Senin (26/6/2018) jika pihaknya menghadapi krisis pendanaan paling parah dalam sejarah perjalanan mereka, namun mereka masih optimis dan akan bereaksi dengan cepat.
“Kami meluncurkan strategi multi-dimensi Januari lalu untuk memobilisasi dukungan, mempertahankan program-program kami di lapangan dan mencegah krisis kemanusiaan besar terjadi di kawasan yang tidak stabil ini,” tambahnya, dikutip VOA.
Setelah konferensi darurat negara-negara donor Maret lalu berhasil mengumpulkan $100 juta, dan tambahan dari Arab Saudi dan Qatar, yang masing-masing menyumbang $50 juta, badan itu masih membutuhkan $250 juta supaya program-programnya dapat membantu lebih dari 5,3 juta warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon dan Suriah.





