NEW YORK (KBK) – Badan Pangan PBB (FAO) mengingatkan konsekwensi lingkungan atas sampah laut, termasuk atas alat tangkap yang ditinggalkan begitu saja di laut oleh nelayan.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pada jumpa pers Kamis, (21/4/2016), saat ini bekas alat tangkap nelayan menyumbang sepuluh persen dari semua sampah laut yang berjumlah sekitar ratusan ribu ton per tahun.
“Pertumbungan sampah laut sangat memprihatinkan,” tambahnya.
Dilanjutkannya, alat tangkap yang ditinggalkan di laut lama mengurai, dan ini sangat berbahaya bagi ikan dan hewan laut lainnya. Mereka terjaring dan mati di jaring itu.
“Fenomena ini dikenal sebagai ikan hantu, ” pungkasnya seperti disitat KBK dari Xinhua.





