NEW YORK – Sebuah badan PBB menuduh IsraelĀ menghambat pembangunan ekonomi Palestina diĀ setengah abad kekuasaan militer atas Tepi Barat dan blokade Mesir bersama selama satu dasawarsa di Gaza.
Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTD) menerbitkan sebuah laporan yang mencoba memperkirakan biaya pemerintahan militer Israel pada industri Palestina seperti pertanian, perikanan, penambangan kuari, pariwisata dan manufaktur.
“Banyak bukti telah terakumulasi untuk menunjukkan bahwa pendudukan telah mengakibatkan penghancuran aset produktif Palestina dan perampasan tanah dan sumber daya alam,” kata laporan itu, Rabu (4/4/2018), menyebutkan proyek-proyek gas alam Israel di lepas pantai Gaza dan penggunaan air laut Tepi Barat.
UNCTD mengatakan bahwa pembagian Tepi Barat ke dalam Area A, B dan C – dengan kontrol Israel atas Area C, yang terdiri dari 60% wilayahĀ telah mencegah Palestina mengembangkan tanah itu. Hal tersebutĀ membebankan biaya yang diproyeksikan pada ekonomi Palestina sekitar 35% dari PDB dan mendekati $ 1 miliar dalam pendapatan pajak yang hilang.
Sejak dimulainya pemerintahan militer Israel, rakyat Palestina telah melihat tingkat pertumbuhan ekonomi yang solid secara keseluruhan, peningkatan harapan hidup dan penurunan angka kematian bayi





