PBB Kutuk Lelang Perbudakan Migran Afrika di Libya

Ilustrasi migran yang diculik di Libya/ Press TV
LIBYA – Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa pelelangan pengungsi Afrika yang dilaporkan terjadi di Libya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan dia meminta segera dilakukan penyelidikan.
Jaringan televisi AS CNN menayangkan cuplikan pada pekan lalu,  sebuah lelang langsung di Libya dimana orang kulit hitam dijual dengan harga 400 dolar ke pembeli Afrika Utara sebagai petani.

“Perbudakan tidak memiliki tempat di dunia kita dan tindakan ini adalah pelanggaran HAM yang paling mengerikan dan mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Guterres kepada wartawan pada hari Senin (20/11/2017).

“Saya ngeri pada laporan berita dan rekaman video yang menunjukkan migran Afrika di Libya dilaporkan dijual sebagai budak,” kata kepala PBB tersebut. “Aku benci tindakan mengerikan ini.” tegasnya, dilansir Press TV.

Guterres meminta semua pejabat yang berwenang untuk menyelidiki lelang budak tanpa penundaan, meminta badan-badan PBB yang relevan “untuk secara aktif mengejar masalah ini” dan membawa pelaku ke pengadilan.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook, Wakil Perdana Menteri Libya Ahmed Metig bersumpah bahwa Pemerintah yang didukung oleh Negara untuk Persetujuan Nasional akan menyelidiki tuduhan “pasar budak” di negara Afrika Utara tersebut.

Rekaman video tersebut memicu kemarahan dari Uni Afrika dan meminta penyelidikan.

Advertisement