PBB Minta Bantuan 5,5 Miliar Dollar untuk Negara Penampung Pengungsi Suriah

Ilustrasi

JENEWA – PBB meminta bantuan sebesar $ 5,5 miliar bagi jutaan pengungsi Suriah, dan negara-negara tetangga yang menampung mereka.

PBB mengatakan 70 hingga 80 persen pengungsi hidup di bawah garis kemiskinan, anak-anak tidak mendapat pendidikan dan banyak dipaksa bekerja untuk membantu diri dan keluarga mereka bertahan hidup.

Direktur badan pengungsi PBB untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Amin Awad, mengatakan perang di Suriah umumnya telah berakhir dan mengatakan beberapa pengungsi akan pulang.

“Banyak rintangan dalam perjalanan kembali ke Suriah dan kami bekerja sama dengan pemerintah Suriah dan negara-negara tetangga Suriah serta Masyarakat Internasional pada umumnya untuk membantu menghilangkan hambatan-hambatan untuk kembali dan menciptakan lingkungan yang menjadi persyaratan kembalinya pengungsi. Sampai itu terlaksana, kami kembali meminta para donor untuk tetap pada komitmen tersebut,” kata Awad, dikutip VOA.

Awad mengatakan Suriah jauh dari stabil, dengan berlanjutnya konflik di tempat-tempat seperti Idlib dan pecah di bagian-bagian lain. Ia mengatakan krisis pengungsi masih jauh dari selesai.

Menurutnya baik warga Suriah yang tinggal di negara tetangga dan komunitas yang menampung mereka akan membutuhkan dukungan internasional di masa-masa mendatang.

Lembaga-lembaga PBB mengatakan, seruan pendanaan itu akan memberi para pengungsi kesehatan, air, sanitasi, makanan, pendidikan, dukungan psiko-sosial, layanan masyarakat, dan bantuan penting lainnya. Bantuan juga akan diberikan kepada hampir 4 juta orang di komunitas yang menampung mereka.

Badan-badan PBB mengatakan komunitas-komunitas itu menghadapi beban berat. Mereka mengatakan operasi kemanusiaan akan diarahkan untuk membantu komunitas melalui mata pencaharian dan peluang ekonomi, serta layanan dasar dan dukungan untuk membantu institusi dan kotamadya setempat berfungsi lebih baik.

Sementara itu PBB juga telah memuji pemerintah Turki, Lebanon, Yordania, Mesir, dan Irak atas dukungan mereka dengan menawarkan suaka dan perlindungan kepada jutaan pengungsi asal Suriah, yang saat ini memasuki tahun kedelapan menghadapi krisis.

Namun, mereka mengatakan dukungan itu sangat membebani ekonomi dan pembangunan negara-negara tuan rumah ini.

 

Advertisement