NEWA – Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menemukan bahwa rudal yang ditembakkan ke Arab Saudi oleh milisi Yaman Houthi memiliki “asal usul yang sama,” namun mereka masih menyelidiki klaim AS dan Saudi bahwa Iran sebagai pemasoknya.
Pejabat tersebut melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk memeriksa puing-puing rudal yang ditembakkan pada 22 Juli dan 4 November, dan menulis kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam laporan dua tahunan tentang penerapan sanksi dan pembatasan PBB terhadap Iran.
Mereka menemukan “bahwa rudal memiliki ciri struktural dan manufaktur serupa yang menunjukkan asal usul yang sama,” kata Guterres dalam laporan Jumat kepada Dewan Keamanan PBB, yang dilihat oleh Reuters pada hari Sabtu (9/12/2017).
Laporan tersebut muncul di tengah seruan oleh Amerika Serikat agar Iran bertanggung jawab atas pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB di Yaman dan Iran dengan memasok senjata ke Houthi.
Pasukan yang dipimpin oleh Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman, telah memerangi Houthi yang bersekutu dengan Iran dalam perang sipil Yaman selama lebih dari dua tahun.
Iran membantah memasok senjata Houthi tersebut dengan mengatakan bahwa tuduhan AS dan Saudi tidak berdasar.
Laporan Guterre mengatakan bahwa pejabat PBB melihat tiga komponen, yang oleh pihak berwenang Saudi berasal dari rudal yang ditembakkan pada 4 November. Komponen “membawa cetakan logo serupa dengan Grup Industri Shahid Bagheri”, sebuah perusahaan yang masuk daftar hitam.
Pejabat tersebut “masih menganalisis informasi yang dikumpulkan dan akan melapor kembali ke Dewan Keamanan,” tulis Guterres.





