
NEW YORK – Sanksi Amerika Serikat terhadap Iran memperburuk situasi hak asasi manusia di Iran yang mengakibatkan warga Iran menghadapi pengangguran dan kekurangan obat-obatan.
Saat berbicara kepada komite PBB di New York, Javaid Rehman, pelapor khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia di Iran, mengatakan sanksi AS menimbulkan kekacauan pada kehidupan rakyat Iran biasa.
“Selama setahun terakhir, sejumlah faktor yang menekan telah berdampak negatif terhadap situasi hak asasi manusia secara keseluruhan di Republik Islam Iran,” kata Rehman, dikutip Anadolu.
“Situasi ekonomi di Iran terus menurun, diperburuk oleh dampak sanksi, dengan konsekuensi serius bagi realisasi hak-hak ekonomi dan sosial.”
Menurut Rehman, penerapan kembali sanksi Washington terhadap Iran November lalu telah mencekik ekonomi Iran, membuat sulit bagi Iran untuk mengakses pasokan medis yang sangat dibutuhkan dan memperburuk tingkat pengangguran yang sudah tinggi.
Rehman menyoroti tingginya jumlah eksekusi di Iran, termasuk anak-anak, serta penganiayaan yang meluas terhadap warga Arab Ahwaz, Turki Azerbaijan, Kurdi dan kelompok agama dan etnis minoritas lainnya.




