PBB: Satu dari 10 Remaja Putri Filipina Sudah Jadi Ibu

Ilustrasi

MANILA – Tingkat kehamilan usia remaja di Filipina masih tinggi. Menurut data terbaru dari PBB, satu dari 10 anak remaja putri ( umur 15 s.d 19 tahun) di Filipina sudah menjadi ibu.

Menurut data tersebut, ada kecenderungan penurunan angka kehamilan di waktu muda di seluruh negara di dunia, kecuali Filipina.

Laporan PBB mengatakan, Filipina menduduki puncak daftar regional negara-negara Asia yang terus memiliki jumlah terbesar dari kehamilan remaja.

Beberapa faktor yang menyebabkan angka remaja menjadi ibu terus bertambah dikarenakan meningkatnya tingkat kelahiran termasuk memiliki banyak pasangan seksual.

Sikap sosial terhadap keluarga berencana di Filipina sangat dipengaruhi oleh Gereja Katolik.

Vanessa Aguilos, seorang ibu Filipina, 24 tahun, sudah mengandung 3 bulan, mengatakan, dia tidak tahu bahwa berhubungan seks tidak aman akan menyebabkan kehamilannya.

“Itu tidak terlintas dalam pikiran saya bahwa ini (hamil-red) bisa terjadi. Ibu saya hanya bertanya satu hari, mengapa saya tidak haid lagi … Setelah tes kehamilan, ternyata saya [hamil],” katanya.

Aguilos berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan tidak memiliki akses ke keluarga berencana. Ia juga tidak mendapatkan alat  kontrasepsi.

Pada tahun 2012, Mahkamah Agung Filipina memutuskan adalah konstitusional untuk melaksanakan UU Kesehatan Reproduksi, yang berarti bahwa rakyat yang berpenghasilan rendah memiliki hak untuk mendapat pelayanan KB dan kontrasepsi gratis dari negara.

Namun seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (29/2/2016), pemerintah mengatakan, akan membahas masalah ini setelah pemilu Mei 2016.

Advertisement