PBB Sebut Jutaan Warga Myanmar Terancam Kekurangan Pangan Pasca Kudeta

Ilustrasi Para pengunjukrasa prodemokrasi Myanmar menentang aksi kudeta junta militer memasang barikade berupa pakaian dalam dan sarung perempuan untuk menghambat gerak aparat keamanan.

MYANMAR – Badan PBB Program Pangan Dunia (WPF) mengatakan jutaan warga di Myanmar alami rawan panganĀ  pascakudeta militer pada 1 Februari

Dalam beberapa bulan ke depan, WPF menyebut sekitar 3,4 juta warga harus berjuang untuk membeli makanan dan daerah perkotaan bakal terdampak paling parah karena angka pengangguran meningkat tajam, terutama di bidang manufaktur, konstruksi, dan jasa. Kondisi itu diperparah dengan melonjaknya harga pangan.

“Semakin banyak orang miskin kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli makanan,” kata Direktur WPF Myanmar, Stephen Anderson, dikutip dari Reuters, Kamis (22/4/2021).

Selain itu ada tanda-tanda bahwa keluarga di Kota Yangon terpaksa tidak makan, berutang, serta mengonsumsi makanan kurang bergizi.

Militer Myanmar menangkap pemimpin Aung San Suu Kyi pada 1 Februari dan mengambil alih pemerintahan, dan sejak itu muncul demonstrasi di penjuru negeri yang hingga kini sudah menewaskan lebih dari 730 warga sipil akibat kekerasan pasukan keamanan.

Advertisement