YAMAN – Pejabat tinggi PBB di Yaman mengatakan kepada Dewan Keamanan di New York bahwa serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi merupakan tanda Yaman yang sudah dilanda perangĀ bisa terjerumus ke dalam konflik yang lebih besar.
Diketahui serangan itu sendiri telah diklaim pemberontak Houthi sebagai pelakunya.
“Serangan terhadap fasilitas Aramco di Arab Saudi Sabtu pagi lalu, 14 September, yang telah menyebabkan gangguan signifikan pada produksi minyak mentah Kerajaan itu, berdampak jauh di luar wilayah itu,” ucapĀ Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths.
Kantor koordinasi urusan kemanusiaan PBB, OCHA, memperkirakan sekitar 80 persen populasi atau 24 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan.
Duta Besar PBB untuk AS yang baru ditunjuk, Kelly Craft, dalam pengarahan pertamanya pada Dewan, mengecam serangan Aramco.
“Kita semua harus memiliki pandangan jernih mengenai peristiwa ini, serangan langsung terhadap pasokan energi dunia,” kata Craft, sebagaimana dilaporkan VOA.





