PBB: Serangan Udara Afghanistan di Sekolah Agama Tewaskan 30 Anak

Salah satu korban serangan Afganistan di pelantikan santri di sekolah agama/ Reuters
AFGHANISTAN – Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan roket dan senapan mesin berat yang ditembakkan dari helikopter pemerintah Afghanistan menewaskan dan melukai sedikitnya 107 anak laki-laki dan pria dewasa yang menghadiri upacara pelantikan santri di dekat kota Kunduz di Irak utara pada April

Pada tanggal 2 April, penduduk desa di distrik Dasht-e-Archi di Kunduz mengatakan puluhan orang, termasuk banyak anak-anak, tewas dalam serangan udara pemerintah pada upacara keagamaan, yang mendorong PBB untuk memulai penyelidikan.

Dalam laporannya pada hari Senin (7/5/2018), yang dilansir Reuters, PBB mengatakan sedikitnya 36 orang, termasuk 30 anak-anak, tewas dan 71 terluka.


“Temuan utama dari laporan ini adalah bahwa pemerintah menggunakan roket dan senapan mesin berat menembaki sebuah acara agama, yang mengakibatkan tingginya jumlah korban anak-anak,” kata Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA).

Berdasarkan wawancara dengan lebih dari 90 saksi, laporan itu menambahkan bahwa helikopter menukik ke bawah, menembakkan roket dan senapan mesin kaliber 50 ke kerumunan di pelantikan santri di desa Laghmani, Dasht-e-Archi.

Upacara ini adalah melantik anak-anak lelaki yang telah belajar Alquran dengan baik.

Sebelumnya, pada Oktober 2015, 42 orang tewas dalam serangan udara AS di sebuah rumah sakit di kota Kunduz yang dikelola oleh kelompok bantuan medis Medecins Sans Frontieres.

Advertisement