PBB Serukan Pembatalan Negara Kurdi

Antonio Guterres/BBC

IRAK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mendesak warga Kurdi di Irak untuk membatalkan rencana mengadakan referendum kemerdekaan akhir bulan ini, atau pembentukan negara kurdi.

Guterres meminta batal dengan alasan untuk mengurangi perang melawan Negara Islam atau ISIS.

Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (17/9/2017), dilansir Al Jazeera bahwa setiap perselisihan antara pemerintah Irak dan pemerintah daerah Kurdistan harus diselesaikan melalui dialog dan “kompromi yang membangun”.

Wilayah Kurdi Irak berencana mengadakan referendum mengenai dukungan untuk kemerdekaan dari Irak pada tanggal 25 September di tiga gubernur yang membentuk wilayah otonomi mereka, dan di wilayah yang disengketakan yang dikuasai oleh pasukan Kurdi, namun diklaim oleh Baghdad.

Guterres mengatakan “keputusan sepihak untuk mengadakan referendum saat ini akan mengurangi kebutuhan untuk mengalahkan ISIS”.

Dia juga mengatakan bahwa hal tersebut juga akan merusak upaya rekonstruksi dan kembalinya pengungsi.

Pasukan Irak telah secara perlahan merebut kembali wilayah dari ISIS selama tiga tahun terakhir. Pada bulan Juli, mereka merebut kembali Mosul dan secara efektif menghancurkan kekhalifahan teritorial yang dikuasai ISIS.

Meski mengalami kerugian, ISIS masih terus melakukan serangan di Irak. Pada hari Kamis, sebuah serangan yang diklaim oleh ISIS di sebuah pos pemeriksaan dan restoran di Irak selatan menyebabkan lebih dari 80 orang tewas dan 93 lainnya cedera.

Sejak tahun 2014, lebih dari tiga juta orang telah mengungsi dan ribuan warga sipil dan pasukan keamanan terbunuh.

Para pemimpin wilayah Kurdi Irak mengatakan mereka berharap referendum tersebut akan mendorong Baghdad untuk datang ke meja perundingan dan menciptakan jalan untuk kemerdekaan.

Pada hari Jumat, Amerika Serikat mengatakan bahwa referendum harus dibatalkan, sebuah pendirian juga didorong oleh negara tetangga Turki, yang khawatir dapat menciptakan sumber konflik lain di wilayah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu malah mendukung pembentukan negara Kurdi menjelang referendum kemerdekaan yang direncanakan di wilayah Kurdistan Irak tersebut.

Pada hari Rabu (13/9/2017), kantor Netanyahu mengatakan bahwa Israel mendukung upaya sah orang-orang Kurdi untuk mendirikan negaranya sendiri.

Advertisement