YAMAN – PBB mengatakan pada Senin (15/4/2019), konflik lima tahun di Yaman menyebabkan banyak anak-anak di negara itu harus berkorban, bahkan ribuan tewas, mengalami cacat dan direkrut untuk berperang sejak konflik itu dimulai.
“Dampak dari konflik ini pada anak-anak sangat mengerikan,” kata Virginia Gamba, perwakilan khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata pada pertemuan Dewan Keamanan.
“Semua pihak dalam konflik telah bertindak dan bereaksi secara militer terhadap berbagai peristiwa yang mengakibatkan penggunaan dan penyiksaan anak-anak dalam berbagai cara.”
Gamba mengatakan lebih dari 7.500 anak terbunuh dan cacat, lebih dari 3.000 dikukuhkan telah direkrut atau digunakan dan lebih dari 800 kasus penolakan akses kemanusiaan anak-anak, telah didokumentasikan.
Anak-anak juga dilaporkan direkrut secara paksa dari sekolah, panti asuhan dan komunitas untuk bertempur di garis depan, mengatur pos pemeriksaan, mengirim perbekalan atau mengumpulkan intelijen.
Tahun lalu, lebih dari separuh anak-anak yang direkrut berusia di bawah 15 tahun. Selama periode itu, PBB mengatakan lebih dari 200 anak terbunuh dan cacat ketika digunakan oleh pihak-pihak yang bertikai.
Gamba menyebut pemberontak Houthi yang berpihak pada Iran sebagian besar merekrut anak-anak, diikuti oleh pasukan Perlawanan Rakyat, Angkatan Bersenjata Yaman dan al-Qaeda di Semenanjung Arab.
“Angka yang saya sajikan kepada Anda hari ini hanya merupakan sebagian kecil dari pelanggaran yang dilakukan terhadap anak-anak di Yaman,” katanya kepada anggota dewan, dikutip VOA.




