Surabaya-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya dibuat geram karena kasus pencurian air masih saja terjadi. Karena itu PDAM langsung melakukan sweeping. Tim sweeping yang diketuai Moch. Buhari menemukan pencurian air di sebuah proyek pembangunan rumah di Jalan Darmo Indah Sari I Blok AE Nomor 1.
Modusnya, pipa air dialirkan begitu saja dengan slang ke bak penampungan tanpa melewati meteran air. Kondisi tersebut membuat air mengalir hingga jumlah debitnya tak terukur. “Itu termasuk pelanggaran sambungan langsung,” kata Buhari seperti dilansir JPNN, Jumat (19/8)
Sementara itu, Manajer Penertiban PDAM Surya Sembada Nanang Adi Sucipto tidak menampik bahwa masih banyak kasus pencurian air di Surabaya. Hingga Juli 2016, tim sweeping PDAM menemukan 1.230 kasus pencurian air.
Dengan jumlah kasus sebanyak itu, tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW) mencapai 343 ribu meter kubik atau setara dengan 343 juta liter air.
“Total kerugiannya mencapai Rp 1,1 miliar,” ujarnya.
Sementara itu, pada 2015 pencurian air mencapai 3.713 kasus. Total kerugiannya, Rp 2,2 miliar. Sebab, jumlah air yang hilang ialah 688 ribu meter kubik atau setara 688 juta liter.
Nanang mengungkapkan, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya. Sebab, pada 2014 tim sweeping hanya menemukan 1.613 kasus (lihat grafis).
Nanang menjelaskan, mayoritas kasus pencurian air dilakukan oleh warga yang masuk golongan 4B. “Yang mencuri itu justru bukan warga-warga yang golongan miskin, tapi yang memiliki rumah mewah,” tuturnya.





