
LOMBOK – Pembangunan rumah korban gempa yang hancur dan rata dengan tanah dimulai Selasa (14/8/2018), yakni pembangunan rumah instan sederhana sehat (RISHA).
Bangunan dengan RISHA telah teruji tahan gempa. Dalam pembangunan rumah yang rusak ini, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan uang sebesar Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta rusak sedang dan Rp 10 juta untuk yang rusak ringan.
‘’Nanti pemerintah membantu dari sisi anggaran. Yang rusak berat berapa perlunya,’’ kata Presiden Jokowi kepada ratusan pengungsi di Lapangan Tanjung Lombok Utara, Senin (13/8/2018) malam.
Untuk menjaga harga bahan bangunan tak mengalami kenaikan, Jokowi memerintahkan Menteri BUMN menyuplai semen, besi dan baja yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah korban gempa tersebut.
‘’Nanti saya minta Menteri BUMN untuk suplai semen sebanyak-banyaknya ke sini. Besi, baja sebanyak-banyaknya. Agar harganya tidak naik. Sebentar lagi semen akan datang sebanyak-banyaknya ke Lombok Utara,’’ ucapnya.
Jokowi menyatakan pembangunan rumah korban gempa akan dimulai hari ini lebih dari 1.000 unit. Pembangunan rumah korban gempa akan diawasi gubernur. Kemudian di bawah bimbingan Menteri PUPR.
‘’Nanti bangunnya rumah yang tahan gempa. Sistem RISHA. Kalau ada gempa nanti tidak goyah. Harganya sama juga,’’ katanya.




