Warga lingkungan Wadi al-Hummus di desa mengatakan kepada media setempat pada Senin (22/7/2019) 16 bangunan tempat tinggal dengan sekitar 100 apartemen sedang dihancurkan.
“Persiapan dimulai lewat tengah malam ketika ratusan tentara / buldoser penjajah Israel menyerbu kota. Keluarga yang terancam pembongkaran dibangunkan / dipindahkan dari rumah mereka,” kicau Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Militer Israel menganggap rumah itu, yang dekat dengan tembok pemisah Israel yang merambah Tepi Barat yang diduduki, beresiko bagi keamanan wilayahnya.
Desa Sur Baher yang luas membentang di antara Yerusalem Timur yang diduduki dan Tepi Barat yang diduduki oleh Israel dalam perang 1967.
“Mereka memaksa keluarga itu pergi, kami mendengar teriakan dan teriakan. Dan dalam dua jam, 50 persen bangunan telah hancur.”
“Pembongkaran itu menandai “hari yang sangat suram dan menyedihkan” bagi warga Palestina,” katanya.





