VIRGINIA – Pembunuhan seorang gadis Muslim remaja, Nabra Hassenan yang dipukuli dan dibunuh oleh seorang pengendara motor di dekat sebuah masjid di Virginia dikatakan polisi AS tidak bermotif tentang agama.
Polisi mengatakan kemungkinan pembunuhan merupakan “insiden kemarahan di jalan”, bukan kejahatan kebencian terhadap muslim.
Diketahui pembunuhan tersebut memicu kemarahan dari banyak orang yang mengatakan bahwa remaja tersebut menjadi sasaran karena Agamanya.
Darwin Martinez Torres, 22, telah ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan Nabra Hassanen dalam sebuah insiden yang menurut polisi dimulai sebagai sebuah perselisihan jalan dengan seorang remaja pria yang berada di antara kelompok Hassanen.
“Tampaknya tersangka sangat marah atas argumen mengenai lalu lintas ini sehingga meningkat menjadi kekerasan mematikan,” juru bicara polisi Fairfax County Julie Parker mengatakan pada sebuah konferensi pers.
Parker mengatakan tidak ada indikasi bahwa serangan di dekat Masjid Dulter Area Dulles di awal hari Minggu dimotivasi oleh ras atau agama.
Ayah Hassanen, Mohmoud Hassanen Aboras, mengatakan kepada surat kabar The Guardian bahwa dia yakin putrinya terbunuh karena “dia beragama Islam”.
Dia juga mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak ingin ada yang merasakan rasa sakit yang dirasakannya.
“Putriku sudah meninggal, dan aku tidak ingin ada yang merasakan apa yang kurasakan, kehilangan putrimu yang berusia 17 tahun … Kristen, Muslim, Yahudi, Hispanik, apapun,” katanya, mengutip Al Jazeera, Rabu (21/6/2017).
Pihak berwenang mengatakan bahwa temuannya dapat berubah sambil menunggu penyelidikan yang sedang berlangsung.





