ARAB SAUDI – Ribuan unta Qatar dideportasi dari Arab Saudi dan terjebak, dan beberapa ekor unta sekarat karena kehausan dalam kondisi terik di perbatasan, seiring dengan krisis diplomatik Teluk yang tengah terjadi.
Setelah memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup satu-satunya perbatasan darat awal bulan ini, Arab Saudi memberi warga dan warga Qatar 14 hari untuk meninggalkan negara tersebut dan kembali ke Qatar.
Hal ini berimbas pada pemilik peternakan Qatar, yang memelihara ternak mereka di Arab Saudi selama bulan-bulan musim dingin untuk merumput dan berkembang biak.
Al Arabiya melansir, dengan dibukanya jam perbatasan yang sangat terbatas, hanya beberapa ratus yang dapat menyeberang setiap hari, dan banyak hewan yang terdampar di perbatasan yang telah tertutup hingga akhirnya menderita haus hingga terluka. Video dan foto yang diposkan di media sosial yang menunjukkan unta yang menderita melintasi perbatasan gurun telah memicu kemarahan.
Meski demikian telah dibangun tempat penampungan darurat, di sisi perbatasan Qatar, yang dilengkapi dengan tangki air dan makanan yang menyelamatkan jiwa unta dan domba yang telah berhasil sejauh ini.
Sedikitnya 25.000 unta dan domba dipahami telah berhasil melewati blokade tersebut, kembali dengan selamat ke Qatar, namun ribuan lainnya diperkirakan akan tiba di perbatasan dalam beberapa hari mendatang.
Kementerian Kota dan Lingkungan Doha juga telah membentuk tim pengemudi, pakar hewan dan staf lainnya untuk membantu pemilik unta.





