
COX’S BAZAR – Pemerintah Bangladesh mulai membangun jalan untuk melancarkan penyaluran bantuan kepada pengungsi Rohingya, di lokasi Camp pengungsi muslim Rohingya, di Balukhali di Cox’s Bazar, Bangladesh sejak (9/10/2017).
Pengungsi tersebut lari dari kampung halamannya, karena kekerasan yang meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus 2017 lalu. Tentara Myanmar melakukan pembersihan terhadap etnik Rohingya yang tidak diakui sebagai warga negara yang dulu bernama Burma itu.
Dilaporkan Anadolu, gelombang kekerasan itu memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.
Menurut UNICEF, sekitar 230.000 anak pengungsi masuk ke Bangladesh, 60 persen merupakan anak pengungsi Rohingya yang masuk bulan lalu. Banyak di antara mereka berusia di bawah 18 tahun yang tinggal di kamp darurat di Cox’s Bazar. Mereka sangat trauma melihat anggota keluarga mereka terbunuh dan rumah mereka dibakar.




