Pemerintah Indonesia Sampaikan Keprihatinan Atas Konflik Armenia dan Azerbaijan

Ilustrasi Posisi garis depan Tentara Armenia di wilayah Tavush, Armenia, 14 Juli 2020/ VOA

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyampaikan rasa prihatin atas konflik yang terjadi antara  Armenia dan Azerbaijan dan menyarankan untuk menghentikan kontak senjata.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan Indonesia menyerukan agar Armenia dan Azerbaijan menahan diri dan mengedepankan dialog.

Indonesia juga meminta kedua negara menyelesaikan konflik secara damai sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. .

“Indonesia juga menyerukan agar kedua pihak kembali ke meja perundingan Minsk Process yang difasilitasi oleh OSCE,” kata Faizasyah, dikutip Anadolu Agency.

Dia juga mengimbau WNI yang berada di Azerbaijan dan Armenia untuk selalu mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat dan menjalin komunikasi dengan KBRI.

Hingga saat ini, berdasarkan catatan KBRI Baku terdapat 130 orang WNI di Azerbaijan.

Sementara berdasarkan catatan KBRI Kyiv terdapat 2 orang WNI di Armenia. “Kondisi WNI seluruhnya dalam keadaan aman,” pungkas dia.

 

Advertisement