JAKARTA, KBKNEWS.id – Kabar meninggalnya seorang balita berusia dua tahun di Cianjur, Jawa Barat, sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ramai diperbincangkan.
Badan Gizi Nasional (BGN) kemudian membantah kabar tersebut dan menegaskan tidak ada kaitan antara program MBG dengan kematian balita bernama M Abdul Bais.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban, seraya meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Menurut penjelasan BGN, makanan dari program MBG diberikan pada 14 April 2026 oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama. Menu yang disajikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, serta buah.
Sehari setelahnya, orang tua balita diketahui memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri, di luar program MBG.
Gejala gangguan kesehatan baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April pagi, ketika anak mengalami muntah dan diare. BGN juga menekankan bahwa dari total 2.174 penerima manfaat MBG pada hari yang sama, tidak ada laporan gangguan pencernaan serupa.
Hal tersebut, menurut BGN, menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam program MBG berada dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Selain itu, balita tersebut tercatat hanya mengonsumsi MBG pada 14 April dan tidak lagi mengonsumsi makanan program pada hari berikutnya.




