Pemerintah Masih Upayakan Pembebasan Tiga Sandera WNI oleh Kelompok Bersenjata Filipina

Ilustrasi Kelompok Abu Sayyaf. Foto: Anadolu

JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Mahendra Siregar mengatakan pemerintah masih mengupayakan membebaskan  tiga WNI yang  diculik pada September lalu  oleh kelompok bersenjata Filipina.

Melalui pesan video baru-baru ini, mereka mengaku disandera pada 24 September lalu dan meminta kepada Presiden Joko Widodo membebaskan mereka dari sekapan Abu Sayyaf yang meminta uang tebusan sekitar Rp8 miliar.

Namun sejauh ini, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengaku belum mengetahui langkah yang akan ditempuh.

“Tentu fokus kita adalah untuk menyelamatkan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada, dan saya tidak akan memberikan komentar terlalu awal untuk hal itu sebelum saya dalami langkah-langkah yang akan kita lakukan,” katanya di Jakarta, Senin (25/11/2019), dikutip BBC Indonesia.

Ketiga orang itu diculik dari kapal mereka di perairan Tambisan, Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia, yang berdekatan dengan Filipina selatan.

Kelompok Abu Sayyaf sudah beberapa kali menyandera warga negara Indonesia di perairan Sabah, termasuk 10 orang yang dibebaskan tahun 2016 dan satu orang yang berhasil menyelamatkan diri pada April tahun ini.

Advertisement