
PADANG – Jembatan Sungai Pangkua yang berada di Kecamatan Koto Parik Gadang Di Ateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan rusak akibat bencana banjir akhir pekan kemarin.
Putusnya jembatan mengakibatkan akses transportasi masyarakat dari empat jorong (semacam desa) di Kecamatan KPGD terhambat, yakni Jorong Sungai Pangkua, Jorong Sungai Binuang (Pakan Rabaa), Jorong Kandang Baniah (Pakan Rabaa Tengah), serta Jorong Batang Lolo Panduang (nagari persiapan Batang Lolo Pakan Rabaa Tengah).
“Jembatan ini sangat vital karena menyangkut akses ribuan jiwa termasuk pelajar yang bersekolah ke jorong seberang,” kata Kalaksa BPBD Solok Selatan Richi Amran, Selasa (26/11/2019), dilansir Republika.co.id.
Di empat jorong yang terdampak oleh putusnya Jembatan Sungai Pangkua tersebut, bermukim sebanyak 808 Kepala Keluarga. Atau dengan jumlah penduduk 3.265 jiwa. Di sana terdapat empat sekolah yakni SMA, Madrasah Tsanawiyah dan dua Sekolah Dasar. Selain itu juga ada Kantor Urusan Agama (KUA).
photo
Richi menambahkan pihaknya telah membuat surat ke Balai Jalan Wilayah III di Padang untuk meminjam jembatan darurat atau bayley. Supaya masyarakat bisa melintasi Sungai Pangkua untuk beraktivitas secara normal.
“Ada 1.500 an pelajar melintas untuk pergi ke sekolah melewati Sungai Pangkua setiap hari. Sehingga kami butuh bantuan darurat segera,” ucap Richi.




