
JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta Satgas Covid-19 memprioritaskan penanganan pandemi di 12 kabupaten/kota di Indonesia masih memiliki banyak kasus aktif.
Presiden Joko Widodo meminta dalam dua minggu ke depan ini diprioritaskan untuk 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000, yang menyumbang 30 persen dari total kasus aktif nasional yaitu di Kota Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Pekanbaru, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
“Dan saya minta tetap yang delapan provinsi prioritas dimonitor secara ketat. Kemudian testing, tracing dan treatment-nya terus diperbaiki. Sehingga gap antara provinsi yang satu dengan yang lain terutama mengenai testing bisa kita kejar dengan baik,” kata Jokowi.
Presidden juga mengklaim situasi pandemi di Indonesia semakin membaik. Hal ini dibuktikan dengan semakin menurunnya jumlah kasus aktif sehingga berada di bawah rata-rata kasus aktif dunia.
“Mengenai data yang saya terima per 11 Oktober, rata-rata kasus aktif covid di Indonesia ini 19,97 persen. Saya kira bagus. Karena ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif Covid dunia yang mencapai 22, 1 persen. Kita lebih baik. Kalau kita lihat di 27 september 2020 yang lalu yang mencapai 22,46 persen. Jadi penurunannya kelihatan sekali, dari 22,46 persen menjadi 19,97 persen,” jelasnya.
Rata-rata kasus sembuh kini sudah mencapai 76,48 persen, lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kasus sembuh global 75,03 persen. Meski begitu, Jokowi tetap menginstruksikan agar angka kesembuhan harus terus naik dengan cara meningkatkan standar pengobatan baik di rumah sakit, ruang unit gawat darurat (ICU) maupun di berbagai ruang isolasi.
Pemerintah, ujarnya juga masih memiliki pekerjaan rumah yakni menurunkan angka kematian. Pasalnya rata-rata angka kematian masih berada di level 3,55 persen, atau lebih tinggi dari rata-rata angka kematian dunia yakni 2,88 persen.




