
SURIAH (KBK) – Pemerintah Suriah akhirnya memberi peluang kepada para pekerja kemanusiaan untuk mengakses Kota Madaya di dekat perbatasan Lebanon di mana orang-orang dilaporkan mati kelaparan dalam cuaca dingin yang ekstrim.
PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan, Kamis (7/1/2016) pihaknya siap memberikan bantuan kemanusiaan dalam beberapa hari mendatang ke kota yang terkepung Madaya.
Abu Abdul Rahman, Warga Madaya, sekitar 25 km barat laut dari Damascus, menderita gizi buruk dan memiliki sedikit akses ke bahan bakar dan pasokan medis karena pengepungan oleh pasukan rezim pemerintah sejak Juli 2015.
Ia mengatakan kepada Al Jazeera dia belum makan selama empat hari. Kondisinya saat ini semakin melemah, Rahman dan keluarganya telah mencoba untuk membatasi gerakan mereka di dalam rumah, takut setiap kegiatan akan menguras energi yang tersisa di tubuh mereka.
“Tidak ada yang lebih kucing atau anjing hidup di kota. Bahkan daun pohon juga menjadi langka karena sudah habis dimakan,” katanya kepada Al Jazeera melalui telepon.




