40.000 Orang di Madaya Tidak Ada Makanan dan Bahan Bakar

Di Madaya, Suriah, bayi pun tak bisa minum ASI, karena kelaparan mendera. Foto: Reuters

SURIAH (KBK) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sedikitnya 23 orang, termasuk anak-anak, tewas karena kelaparan dan membeku karena dingin ekstrim di Madaya, kawasan ini dikepung pasukan Rezim Suriah sejak Juli 2015 lalu.

Menurut pemantau yang berkantor pusat di Inggris itu, 300 anak-anak di Madaya menderita kekurangan gizi.

Aktivis lokal menginformasikan, 40.000 orang di Madaya tidak mendapat akses untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan.

Melissa Fleming, Kepala Juru Bicara Badan Pengungsi PBB, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ratusan ribu orang berada di situasi yang sama di seluruh Suriah.

“Kami percaya ada 400.000 orang di 15 kota dan kota-kota yang berada dalam situasi di mana mereka dikepung oleh berbagai pihak dalam konflik,” kata Fleming.

“Pengepungan warga sipil, membuat mereka sama sekali terputus dengan bantuan kemanusiaan. Tidak ada makanan, tidak ada obat-obatan, dan tidak ada tempat penampungan hangat dan tidak ada air. Ini adalah situasi di mana orang tidak mungkin bertahan hidup lagi,” kata Pawel Krzysiek, Juru Bicara Palang Merah di Damaskus.

“Kami telah melihat laporan yang dapat dipercaya bahwa orang yang kelaparan dan membeku karena dingin, mereka hidup tanpa listrik atau bahan bakar,” kata Krzysiek kantor berita DPA.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (8/1/2016), hampir lima tahun konflik di Suriah, lebih dari 250.000 orang tewas.

Advertisement