
PRESIDEN petahana Turki Recep Tayyip Erdogan yang berkuasa sejak 2002 dan dalam pemilu, Minggu (14/5) diusung oleh koalisi Kerakyatan, ditantang oleh capres kuat lainnya Kemal Kilicdaroglu dari koalisi Keumatan.
Ada tiga capres dalam pemilu kali ini yakni Erdogan, Kemal Kilicdaoglu, Sinan Ogan karena Muharrem Inche mengundurkan diri setelah isu keterlibatannya dalam kasus pelanggaran kesusilaan.
Koalisi Kerakyatan yang mengusung Erdogan terdiri dari sejumlah partai antara lain Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang bergaris aliran Islam Konservatif, Partai Gerakan Nasionalis (MHP) yang beraliran ultra nasionalis, Partai Persatuan Besar (BBP), Islamis kanan, Partai Kesejahteraan Islam Baru dan Partai Islam Sunni Kurdistan (Hudapar).
Sementara koalisi Keumatan terdiri dari enam partai yakni Partai Rakyat Republik (CHP) pimpinan Kilicdaroglu beraliran sosial demokrat, Partai IYI beraliran liberal konservatif pimpinan Meral Aksener, Partai Saadet (SP) dipimpin Temel Karamolaglu beraliran Islam kanan, Partai Demokrat (DP) beraliran tengah kanan pimpinan Gultekin Uysal, Partai Progresif Demokrat (DEVA) pimpinan Ali Babacan dan Partai Masa Depan (GP) beraliran Islamis progresif pimpinan Ahmet Davutoglu.
Sementara Koalisi Leluhur yang mengusung Sinan Ogan menaungi sejumlah partai kecil yakni Partai Kemenangan (ZP), Partai Keadlan (AP), Partai Negeriku (UK) dan Partai Aliansi Turki (TIP) dimana seluruhnya beraliran nasionalis Kemalis (tokoh pembaharu Turki) sekuler.
Partai besar seperti AKP dan MHP yang berada di belakang Erdogan atau CHP dan IYI yang mengusung Kilicraoglu menempatkan kedua capres tersebut diunggulkan untuk memenangi pemilu, sementara DEVA dan GP yang notabena adalah sempalan AKP pendukung Kilicdaroglu diperkirakan bisa memecah kekompakan kubu Islamis Turki.
Pertarungan sengit diperkirakan akan terjadi di antara dua kandidat capres yakni antara Erdogan (69) yang sudah malang melintang di panggung politik Turki dan dikenal di kancah internasional melawan Kilicdaroglu (74) yang dianggap antitesa Erdogan.
Kilicdaraoglu dalam kampanyenya berjanji akan mengubah sistem pemerintahan dari sistem presidensial ke parlementer dan kebijakan ekonomi yang menolak kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi.
Dimana-mana, yang namanya pemilu, tujuannya adalah untuk merebut kekuasaan, namun yang penting, setelah terpilih harus amanah, tidak hanya berkaok-kaok saat kampanye “demi rakyat, demi bangsa dan negara”, setelah terpilih berpaling dari rakyat
.




