
PRESIDEN China, Xi Jinping memperingatkan mitranya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangani isu Taiwan dengan benar.
“AS dan China bisa terlibat konflik jika masalah Taiwan tidak ditangani dengan benar. Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan kedua negara,” kata Xi, seperti dilaporkan stasiun TV pemerintah China (CCTV) yang dilansir AFP, Kamis (14/5).
Jika tidak ditangani dengan baik, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, yang pada gilirannya akan mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya,” sambungnya.
Trump bersama sejumlah menteri dan pengusaha kondang melakukan lawatan dua hari (14-15 Mei) diperkirakan untuk membahas isu Iran, Taiwan dan juga hubungan bilateral kdua negara terutama ketimpangan neraca perdagangan dan peningkatan investasi.
Mitra bukan pesaing
Dalam pidato pertemuannya dengan Trump, Xi juga mengatakan, Washington dan Beijing semestinya menjadi mitra, bukan saingan.
“Kita harus menjadi mitra, bukan saingan, meraih kesuksesan bersama, makmur bersama, dan menciptakan jalan yang benar bagi negara-negara besar di era baru untuk saling bermitra,” ujarnya, dikutip dari CNN, Kamis.
Xi pun turut menggambarkan situasi global yang bergejolak, dengan mengatakan bahwa dunia telah sampai di “persimpangan jalan baru”.
“Pertanyaannya sekarang adalah apakah China dan AS dapat melampaui apa yang disebut ‘Perangkap Thucydides’ dan memelopori paradigma baru hubungan negara-negara besar?” kata Xi.
Perangkap Thucydides merujuk istilah yang melukiskan tren konflik ketika kekuatan yang sedang muncul mengancam kekuatan yang sudah ada, menyiratkan kebangkitan China melawan dominasi AS.
Merespons hal itu, Trump pun memuji hubungan yang terjalin antara AS-China dan meyatakan rasa hormat yang besar kepada Xi.
Dia menambahkan, delegasi AS berharap dapat membahas perdagangan timbal balik. Menurutnya, beberapa orang tidak suka ketika dia menyebut Xi sebagai pemimpin hebat.
“Suatu kehormatan berada bersama Anda. Suatu kehormatan menjadi teman Anda, dan hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
“Saya mengatakannya kepada semua orang. Anda adalah pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar,” sambungnya.
Trump mendarat di Beijing menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One, Rabu (13/5) malam. Selain pertemuan pagi ini, kedua pemimpin ini juga diagendakan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di lokasi sama.
Trump juga dijadwalkan mengunjungi Kuil Surga, sebuah situs warisan dunia bersejarah yang secara tradisional menjadi tempat para kaisar China untuk berdoa demi hasil panen melimpah.
Didampingi pengusaha kondang
Dalam kunjungan KTT dua hari ini, ia membawa serta rombongan CEO papan atas, termasuk Jensen Huang dari Nvidia dan Elon Musk dari Tesla.
Kehadiran para raksasa teknologi ini menjadi simbol kuatnya harapan Trump untuk mencapai kesepakatan bisnis yang signifikan.
Lawatan ke Beijing ini menandai kunjungan pertama presiden AS dalam hampir satu dekade, setelah Trump berkunjung pada tahun 2017.
Peredaan ketegangan antara kedua raksasa dunia itu tentu diharapkan terus berlanjut demi terciptanya perdamaian dunia. (CNNAFP/ns)




