ISYU rambut putih menyeruak ketika suksesi pimpinan nasional tahun 2024 semakin dekat. Gara-garanya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa calon Presiden RI mendatang adalah tokoh berambut putih, yang jidatnya berkerut-kerut karena selalu memikirkan rakyat. Padahal di saat yang sama, anak-anak muda Indonesia sedang tergila-gila mengecat rambutnya dengan warna pirang, biar seperti orang Barat.
Merujuk omongan Presiden Jokowi, orang-orang pun mulai meraba-raba siapa tokoh yang dimaksud. Sebab tokoh Indonesia dewasa ini yang berambut putih banyak. Selain Ganjar Pranowo gubernur Jateng, ada juga Panda Nababan politisi PDIP, Basuki Hadimulyono Menteri PUPR, Wapres Makruf Amin, Hatta Radjasa eks Menko Perekonomian era SBY, dan budayawan Betawi Ridwan Saidi.
Dari para tokoh berambut putih, paling unik adalah Panda Nababan dan Ridwan Saidi. Mereka berambut putih dalam kegondrongan sehari-hari. Orang yang tidak ngerti siapa mereka, bisa saja menduga keduanya seorang pelukis atau pematung. Padahal aslinya, Panda Nababan politisi PDIP kawakan kepercayaan Megawati, sementara Ridwan Saidi adalah budayawan Betawi sekaligus sejarawan yang suka melemparkan teori penuh kontroversi.
Apakah keduanya bakal jadi “kuda hitam” di Pilpres 2024? Nggak mungkinlah! Ridwan Saidi baru saja tutup usia, sementara Panda Nababan pernah masuk penjara gara-gara kasus cek pelawat Gubernur BI. Padahal syarat seorang presiden RI adalah, tidak pernah dipenjara. Contohnya adalah Ahok mantan Gubernur DKI, karier politiknya habis gara-gara dipaksakan masuk penjara dalam kasus penistaan agama.
Bagaimana dengan Hatta Radjasa – Makruf Amin? Hatta Radjasa sudah tenggelam sejak pemerintahan SBY selesai di 2014. Apa Makruf Amin? Ini juga tidak mungkin. Dulu terpilih oleh parpol mitra koalisi Jokowi, karena dia tak berpotensi Nyapres di 2024. Biarkan dia kembali ke habitat lamanya, misalnya selalu pakai sarung sebagai kebiasaannya sebelum jadi Wapres.
Dengan si rambut putih Basuki Hadimulyono Mentri PUPR, bagaimana? Boro-boro pengin nyapres, ditanya soal kemungkinannya jadi menteri lagi pada pemerintahan berikutnya, dia malah tertawa ngakak. Kepada wartawan yang menemuinya di Semarang, menteri kepercaaan Jokowi itu bilang, “Tahun 2024 usiaku sudah 70 tahun bos!”
Kalau begitu apa Ganjar Pranowo Gubernur Jateng? Itu juga baru mungkin, sebab PDIP masih punya dua pilihan, Ganjar atau Puan yang “darah biru”-nya Bung Karno. Padahal dalam perspektif Jawa, yang asli “darah biru”-nya Bung Karno ya hanya sampai Megawati, adapun Puan adalah “darah”-nya Taufik Kiemas.
Sudahlah, lupakan dulu soal isyu “rambut putih”-nya Presiden Jokowi. Yang jelas rambut putih dengan kerut-kerut di dahi itu menunjukkan kematangan jiwa seseorang. Lalu bagaimana dengan rambut putih yang dahinya berkerut-kerut juga, tapi warna hitam (geseng). Itu tanda orang rajin beribadah, banyak melakukan sujud.
Bukan politisi kondang bukan ustadz berjidat geseng, generasi muda kita banyak yang menggemari model rambut putih dan pirang. Ada yang dicat secara total, ada pula yang sedikit-sedikit saja sebagai fariasi. Mereka ini mencoba meniru gaya artis dan selebritis, setidaknya biar nampak seperti orang Barat tapi hidungnya mancung ke dalam.
Beberapa tahun lalu sebelum era Covid-19, penulis pernah naik bis Solo – Yogyakarta. Ada seorang pengamen dengan gitarnya pakai rambut model Eropa tersebut. “Wah, tumben ada Landa ngamen nih….!” Celetuk penulis. Dengan tersipu-sipu si pengamen menjawab, “Alah Mas, niki ming tiru-tiru kanca mawon (sekedar niru teman-teman)!”
Yang umum dan berlaku sejak lama, orang agar tidak kelihatan lebih tua biasanya pakai ilmu hitam. Bukan santet atau guna-guna, tapi mengecat rambutnya dengan warna hitam. Dia bisa tampak lebih muda 10 tahun. Di Jakarta misalnya, ketika naik busway sebelum semiran, banyak yang menawari duduk. Tapi ketika rambutnya tampak hitam, tak satupun yang menawari duduk. Dianggapnya orang muda, kali ya?
Ada pengalaman lucu di kantor Pengadilan Agama Jakarta Timur. Di sana disediakan pula kursi sofa empuk untuk manula dan orang cacat. Seorang kakek di atas usia 70 tahun duduk di kursi tersebut dibiarkan saja, indikasinya dia berambut putih. Tapi ketika 2 minggu kemudian dia duduk di situ lagi diusir, gara-gara si kakek berambut hitam. Rupanya dengan menyemir rambutnya, dia menjadi tampak muda sehingga dilarang menggunakan kursi untuk para lansia. (Cantrik Metaram)





