JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan sinkronisasi data kemiskinan. Sinkronisasi bertujuan untuk perencanaan program pengentasan kemiskinan dan mempermudah penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi seperti dilansir Republika (14/5) mengatakan data yang ada saat ini belum sinkron karena ada perbedaan persepsi antara tingkat pusat dengan daerah.
Namun demikian, keluarga penerima manfaat (KPM) hanya di kisaran tujuh ribu keluarga, tetapi setelah itu jumlah membengkak menjadi 62.639 keluarga.
“Dengan turunnya angka kemiskinan berdampak terhadap berkurangnnya jumlah penerima bantuan,” kata Immawan.
Dia mengatakan upaya perbaikan data terus dilakukan. Salah satunya dengan adanya sistem informasi desa (SID) yang ada di setiap desa. Dengan data yang riil maka hal itu bisa menunjukkan angka kemiskinan sebenarnya.





