YERUSALEM – Sejumlah pemukim Israel memaksa masuk ke markas Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Rabu (13/3/2019) di tengah ketegangan di kompleks tersebut.
“Sekitar 59 ekstrimis, 80 siswa Yahudi dan 3 agen intelijen Israel menyerbu kompleks Al-Aqsa hari ini,” ungkap Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Endowmen Keagamaan Yerusalem, sebuah agen yang dikelola Yordania, yang bertugas mengawasi situs-situs Muslim dan Kristen di kota itu.
Langkah itu dilakukan beberapa jam setelah polisi Israel membuka kembali situs suci itu setelah penutupan satu hari.
Anadolu melansir, kelompok pemukim menyerukan serangan pemukim berskala besar ke Al Aqsa pada Kamis (14/3/2019), untuk memprotes pembukaan Gerbang Al-Rahma masjid, yang terletak berdekatan dengan dinding timur Kota Tua.
Pada hari Selasa, polisi Israel menutup kompleks Al-Aqsa dengan klaim serangan pembakaran terhadap sebuah kantor polisi Israel di dekat lokasi itu, memicu bentrokan dengan warga Palestina yang marah.
Sekitar 16 warga Palestina terluka dalam kekerasan itu, dan polisi Israel mengatakan pasukannya telah menangkap 10 warga Palestina, termasuk dua anak di bawah umur, karena diduga membakar.





