NEW YORK – Human Rights Watch, kelompok HAM yang berbasis di New York meragukan sejumlah besar penangkapan di Bangladesh telah berdasarkan investigasi yang memadai.
Para pakar hak asasi manusia telah menentang penangkapan besar-besaran baru-baru ini di Bangladesh. Selain itu, Human Rights Watch juga tidak meyakini penangkapan tersebut akan secara efektif mengurangi kekerasan di negara tersebut.
Diketahui, Pejabat Bangladesh telah mengatakan bahwa mereka telah menangkap lebih dari 11.000 orang dalam operasi mendadak dan drastis terkait gelombang pembunuhan brutal oleh tersangka militan Islam.
Bahkan, seperti dilansir VOA pada Jumat (17/6/2016), pernyataan yang dirilis oleh Human Rights Watch, Jumat (17/6/2016) mengatakan polisi menerima suap untuk membebaskan banyak dari diantara mereka yang ditahan.
Brad Adams, direktur Human Rights Watch untuk Asia mengatakan penangkapan massal dalam waktu hanya beberapa hari sering terjadi di Bangladesh, tapi tidak diyakini dapat menghentikan pembunuhan brutal di sana.





