
JAKARTA – Puluhan para pencari suaka asal Afghanistan dan Somalia kembali mendatangi Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019) sore.
Abu Bakar (35), seorang pencari suaka asal Afghanistan menuturkan, ada 60 pencari suaka asal negaranya yang saat ini berada di Kebon Sirih. Mereka sudah tiga hari menghuni lokasi itu setelah meninggalkan gedung eks Kodim Kalideres.
“Sudah tiga hari di Kebon Sirih. Ada sekitar 60 orang dan beberapa sedang keliling, ada yang mandi, dan sebagainya,” kata dia.
Meski belum lancar berbahasa Indonesia, namun dia mencoba bercerita kepada CNNIndonesia.com, jika dia mengungsi dari negaranya sekitar tahun 2013 akibat perang.
Sejak saat itulah, dia berpisah dengan keluarga dan merajut hubungan dengan yang senasib.
Selain Abu Bakar, pencari suaka dari Somalia juga menggelar alas di trotoar jalan di depan bangunan besar yang belum jadi. Seperti pencari suaka asal Afghanistan, terdapat pula anak-anak di antara pencari suaka asal Somalia.
Sebelumnya para pencari suaka dari berbagai daerah itu sudah pernah menempati trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta pada Juli lalu.
Kala itu keberadaan mereka dinilai mengganggu warga sekitar dan pejalan kaki pengguna trotoar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil sikap dan memindahkan mereka ke gedung eks Kodim di Kalideres.
Kemudian, pada akhir Agustus, Pemprov DKI memutuskan untuk berhenti memberikan bantuan. Baik kebutuhan sehari-hari mau pun tempat yang mereka huni di Kalideres.
Para pencari suaka lalu diminta meninggalkan gedung bekas markas kodim di Kalideres pada awal September lalu. Mereka diberikan uang untuk menyewa tempat tinggal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
UNHCR memberi uang kepada para pencari suaka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namuni, tidak semua pencari suaka sudah meninggalkan Kalideres. Kini , mereka mengaku sudah kehabisan uang, dan sebagian dari mereka kembali ke trotoar Jalan Kebon Sirih.




