Pencarian Korban Hilang Semeru Terkendala Kondisi Tanah yang Masih Panas

ilustrasi Gunung Semeru meletus pada Sabtu 16 Januari 2021/ Foto: Inews

LUMAJANG – Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Infanteri Irwan Subekti mengungkapkan pencarian korban hilang letusan Semeru terkendala kondisi tanah yang masih panas.

“Kendalanya, tanahnya masih dalam kondisi panas, jadi alat berat pun tidak berarti untuk pencarian,” ujarnya.

Untuk keesokan hari, pihaknya akan menfokuskan pencarian di Kampung Renteng dan Curah Kobokan, yang merupakan daerah terdampak paling parah.

Dia mengatakan hingga saat ini semua daerah terdampak dapat dijangkau, namun karena cakupan luas guguran Gunung Semeru melebar dan pasirnya panas, tindakan pencarian dan penyelamatan masih dilakukan secara terbatas.

Langkah pencarian korban ke depan masih dilakukan secara manual dengan penciuman dan penglihatan, alat berat, maupun dilakukan bersama warga di lokasi pencarian.

“Pencarian sudah sampai hari keempat. Kita diberikan waktu satu minggu untuk pencarian secara optimal,” ujar Irwan.

Waktu pencarian dilakukan pada pagi hingga sore hari, dengan memperhatikan situasi cuaca di Kabupaten Lumajang, mengingat saat ini setiap sore turun hujan, sehingga berpengaruh pada proses pencarian.

Ia mengatakan situasi lereng Semeru masih ada peningkatan tanda-tanda letusan, yang perlu kewaspadaan tinggi.

 

Advertisement