
JAKARTA, KBKNEWS.id – Gerakan Aksi Rakyat Bela Indonesia dijadwalkan berlangsung di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026).
Aksi yang dipimpin Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) ini membawa lima tuntutan, mulai dari penguatan persatuan nasional hingga penyelesaian persoalan hukum dan konstitusional terkait jabatan wakil presiden.
Bachtiar mengatakan kegiatan akan dimulai setelah shalat Subuh, dengan acara puncak berlangsung pukul 08.00-10.00 WIB. Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat diperkirakan menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam gerakan ini, massa akan menyuarakan penegakan hukum terhadap tindakan yang dianggap mengkhianati kepentingan negara, penolakan terhadap dominasi oligarki dan intervensi asing, serta pelaksanaan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah tokoh nasional, organisasi masyarakat sipil, dan media. Bachtiar mengaku menjadi salah satu pihak yang terdampak dan mempertimbangkan menempuh jalur hukum.
Menurut dia, dugaan penyadapan tersebut harus diusut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya kepentingan politik di balik tindakan itu.
Bachtiar juga menegaskan bahwa dugaan tersebut belum tentu berkaitan dengan kepentingan Presiden Prabowo Subianto. Dia justru menilai ada kemungkinan kepentingan institusi tertentu yang perlu ditelusuri.
Selain persoalan penyadapan, gerakan ini turut menyoroti pengalaman persekusi yang diklaim pernah dialami kelompoknya sejak 2014. Bachtiar menyebut sejumlah anggota timnya pernah dipenjara, bahkan ada yang meninggal akibat penembakan yang hingga kini, menurut dia, belum jelas penyelesaiannya.
Dia menyerahkan penilaian atas dugaan pelanggaran hukum tersebut kepada pihak berwenang.




