Pencarian Korban Longsor dan Banjir Purworejo Dihentikan

Ilustrasi, Evakuasi korban longsor / Foto: merdeka.com

PURWOREJO – Pencarian korban longsor oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan di Kabupaten Purworejo yang telah dilakukan hampir sepekan akhirnya dihentikan pada Jumat (24/6/2016) sore.

Berdasarkan siaran pers Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (24/6/2016),
Bupati Purworejo menyampaikan operasi pencarian oleh SAR, BPBD, relawan, TNI, Polriterhadap korban tanah longsor di Dusun Caok dan Dusun Donorati dihentikan.

Dari hasil pencarian sepekan tersebut ditemukan total 43 orang meninggal akibat perstiwa itu, yaitu 39 meninggal akibat longsor dan empat meninggal karena banjir.

Sementara tiga orang dinyatakan hilang, yakni di Desa Caok satu orang dan Desa Donorati dua orang. Dalam rapat antara bupati, muspida, camat, lurah, tokoh masyarakat dan ahli waris, menyatakan pihak keluarga mengikhlaskan korban yang masih hilang.

Bupati Purworejo telah menyatakan masa tanggap darurat selama 30 hari dari 19 Juni 2016 hingga 18 Juli 2016. Pengungsi 353 orang, yaitu 143 orang di Desa Wironatan dan 210 orang di Desa Jelok. Sebanyak 143 rumah rusak meliputi 63 rumah rusak berat, 38 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan.

“Kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo diperkirakan Rp 15,73 miliar,” kata Sutopo, dikutip dari sindonews.

Advertisement