
SUDAN – PBB telah mengakui bertanggungjawab atas perlindungan warga yang diserang oleh orang-orang bersenjata pada 17 dan 18 Februari lalu di Kompleks Perlindungan Sipil PBB.
Seperti dilaporkan VOA, Jumat ( 24/6/2016), juru bicara PBB untuk Operasi Penjaga Perdamaian, Nick Birnback, mengatakan PBB telah menerima tanggung jawab karena kurang cepat dalam menanggapi pembantaian pengungsi Februari lalu di kota Malakal, Sudan Selatan.
Menurutnya ketika itu penjaga perdamaian tidak merespon saat itu juga untuk melindungi warga sipil yang diserang oleh orang-orang bersenjata.
Pada saat itu, PBB memiliki kontingen dari Rwanda, Ethiopia dan India di Malakal. Tiga puluh orang tewas, dan 123 lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.
Birnback menjelaskan bahwa Departemen Penjaga Perdamaian PBB akan memulangkan beberapa penjaga perdamaian dan komandan mereka yang bertugas pada saat serangan itu. Birnback menegaskan bahwa Departemen Penjaga Perdamaian PBB telah menyelidiki serangan Malakal untuk mencegah hal itu terjadi lagi dalam operasi penjaga perdamaian pada masa depan.




