Pencarian Korban Longsor Ponorogo Resmi Dihentikan

Longsor di DusunTangkil, Desa Banaran, Kab. Ponorogo pada tahun 2017 (tempo)

PONOROGO – Pemkab Ponorogo, Jawa Timur resmi menghentikan  pencarian 24 korban yang masih hilang tertimbun longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung.

Penghentian tersebut didasarkan pertimbangan keselamatan relawan, warga serta potensi banjir bandang akibat lumpur jenuh di sepanjang area longsoran.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dikonfirmasi usai rapat koordinasi bersama tim SAR gabungan di posko induk tanggap darurat bencana di Desa Banaran, Minggu (9/4/2017) mengungkapkan jika keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat evaluasi dengan Tim SAR gabungan.

Dalam forum evaluasi tersebut, pihak Basarnas sempat menyampaikan paparan mengenai kronologi pergerakan material lumpur jenuh dalam volume besar yang terjadi mulai dari titik sektor A dan bergerak menuju sektor B, C, D hingga sempat menyentuh pemukiman warga.

Menurut penjelasan Asnawi maupun Gatot dari pihak Basarnas, longsor susulan disebabkan material tanah yang jenuh air akibat hujan serta aktivitas penyemprotan di area sektor A, dan B sehingga menjadi labil.

“Memang berisiko jika pencarian dengan cara menyemprotkan air terus menerus dilakukan di atas, karena bisa memicu lumpur jenuh yang sewaktu-waktu bisa memicu longsor susulan seperti tadi tejadi,” kata Gatot.

Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi juga merekomendasikan penghentian serta pengosongan seluruh pemukiman yang ada di sekitar alur sungai di bawah kawasan terdampak longsor mulai sektor A hingga D.

Ia berpandangan material tanah longsor yang ada di lokasi bencana bisa sewaktu-waktu menjadi banjir lumpur jika kondisinya semakin jenuh dan terjadi hujan deras.

“Keselamatan warga harus diutamakan dan operasi pencarian sebaiknya dikaji ulang, apakah dilanjut atau dihentikan dengan mempertimbangkan faktor risiko bagi tim relawan maupun petugas SAR gabungan,”ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan dari seluruh unsur SAR dan setelah memberikan pemahaman kepada warga melalui Kades Sarnu, Ipong memutuskan operasi pencarian 24 korban yang masih hilang dan belum ditemukan, dihentikan total.

Advertisement