Pencarian Korban Segera Berakhir

Sudah lebih 28.000 orang tewas dalam gempa yang menerjang wilayah Turki dan Suriah (6/2),. Diperkirakan jumlah korban dua kali lipatnya (sampai 50.000 orang) karena banyak korban yang belum dtemukan di reruntuhan bangunan.

KORBAN tewas gempa dengan magnitudo7,8 yang mengguncang wilayah Turki dan Suriah (6/2) lalu, sampai Minggu pagi (12/2) mencapai 28.192 orang, dan diperkirakan masih banyak lagi yang belum ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan timbunan material.

Wapres Turki uat Oktai mengungkapkan di wilayah sepanjang 450 Km yang terdampak gempa di negaranya saja jumlah korban mencapai 24.617 orang dan yang luka-luka lebih dari 80.000 orang.

Sedangkan di wilayah berdampak gempa di Suriah, total korban yag tercatat 3.575 orang termasuk di wilayah barat laut yang dikuasai pemberontak sebanyak 2.167 orang, sedangkan yang luka-luka puluhan ribu orang.

Sementara petugas penghubung PBB di Turki memperkirakan, jumlah korban yang belum ditemukan dua kali lipat atau sekitar 50.000 orang mengingat masih banyak korban yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan atau timbunan material.

Meski upaya pencarian korban dengan berbagai peralatan yang berdatangan dari sejumlah negara dibantu anjing-anjing pelacak, demikian, diingatkan bawa upaya pencarian dan penyelamatan sudah mendekati ujungnya.

Dalam kondisi normal, korban diperkirakan masih bisa bertahan di bawah reruntuhan bangunan dalam kondisi tanpa makan dan minum selama tujuh hari, tergantung dari posisinya, kondisi fisiknya (luka-luka atau cedera) dan pasokan oksigen. Terkait korban gempa di Turki dan Suriah, para korban juga harus kuat bertahan di cuaca beku.

Aktor berdarah Suriah-AS Jay Abdo juga menyebutkan pada CNN,  upaya pencarian terus berpacu dengan waktu dan menyerukan komunitas int’l untuk segera beraksi memberikan bantuan kemanusiaan ke Suriah.

Sedangkan Kepala Operasi Darurat Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Jamie LeSueur menuturkan pada CNN, pemulihan di Turkiye saat ini telah memasuki “fase humanitarian”.

LeSueur mengatakan, timnya beralih dari operasi pencarian dan penyelamatan. Dia menambahkan, kebutuhan terbesar bagi korban selamat di Turkiye saat ini tetap berupa makanan, kesehatan, dan air.

“Kami sudah memasuki fase humanitarian yang bakal berlangsung selama beberapa bulan dan kami masih akan berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata LeSueur.

Organisasi tersebut saat ini menerima banyak tenda musim dingin dan sedang mempertimbangkan opsi tempat penampungan transisi pra-fabrikasi.

“Kami ingin mengeluarkan mereka dari fase humanitarian secepat mungkin, menjadi sesuatu yang berkelanjutan dan transisi yang akan membuat mereka aman dalam jangka panjang, ” ucap LeSueur.

Semoga Allah menurunkan mukzizatnya untuk menyelamatkan para korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan di tengah sengatan udara membeku. (CNN/AP/Reuters/ns)

 

Advertisement