Penderita DBD di Bogor Terus Bertambah

foto : Ilustrasi

BOGOR- Kasus Demam Berdarah (DBD) di Kota Bogor semakin mengkhawatirkan. Meski korban meninggal masih dua orang, namun warga yang menderita DBD semakin banyak tiap bulannya.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor tercatat pada bulan Januari 2016 terdapat  174 warga positif DBD, jumlah itu meningkat hingga Februari mencapai 194 orang. Sementara awal bulan Maret tercatat, dua warga juga positif DBD. Total penderita DBD mencapai 370 orang.

“Demam berdarah akan meningkat, tergantung pada media di mana vektornya (nyamuk) itu akan berkembang biak. Nyamuk berkembang biak di dalam air. Ada korelasi antara banyaknya curah hujan dengan kasus demam berdarah. Ini kaitannya dengan siklus hidup nyamuk,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Eddy Dharma seperti dikutip dari MetroPolitan.id, Jumat (4/3/2016).

Dikatakan Eddy, pada pada awal atau akhir musim hujan dimana curah hujan rendah maka kasus DBD akan naik. Pasalnya akan banyak terdapat genangan untuk nyamuk berkembang biak. Namun ketika curah hujan tinggi, larva nyamuk yang ada di genangan air akan terbawa arus sehingga larva nyamuk mati.

“Jadi, semakin deras hujan, semakin turun kasus. Saat hujan berkurang maka muncul kasus. Penularan demam berdarah berasal dari dua nyamuk yaitu Aedes aegypti  dan Aedes albopictus,” tutur Eddy.

Peningkatan kasus DBD terjadi pada bulan Januari dan Februari. “Bulan Maret akan turun, karena musim hujan akan berubah menjadi musim kemarau,” pungkasnya.

Advertisement