Penderita Hay Fever di Australia Memburuk, Akibat Curah Hujan Tinggi

Ilustrasi

Sydney-Tahun ini diperkirakan curah hujan di Australia cukup tinggi. Sehingga faktor ini bisa memicu bagi penderita hay fever

Hay fever kondisi dimana seseorang menderita alergi karena serbuk yang beterbangan di udara. Gejala penderita hay fever adalah hidung tersumbat, bersin-bersin, mata perih dan gatal, dan kadang disertai sakit tenggorokan.

Pakar kesehatan mengatakan tingginya curah hujan di Australia selama musim dingin barusan meningkatkan pertumbuhan rumput, yang berarti bahwa di bulan-bulan mendatang, akan lebih banyak polen (serbuk) di udara di bulan-bulan mendatang.

Menurut Biro Meteorologi, tahun ini Australia mengalami bulan Juli terbasah ketujuh tertinggi menurut catatan.

Pakar ahli tumbuhan (botani) dari Melbourne University Associate Professor Ed Newbigin mengatakan curah hujan yang tidak tinggi di tahun-tahun sebelumnya menyebabkan tidak banyaknya serbuk dari rumput yang beterbangan.

“Tahun ini akan berbeda, kita akan melihat gejala yang ditimbulkan, dan saya kira bisa menjadi salah satu musim terburuk.” katanya kepada 774 ABC Melbourne.

“Mungkin bukan musim terburuk sepanjang sejarah, namun jelas akan lebih buruk dibandingkan beberapa tahun terakhir sebelumnya.”

Menurut Dr Newbigin, satu diantara delapan warga Australia menderita alergi hay fever ini dan
terburuk antara bulan Oktober dan November.

Pakar masalah kekebalan tubuh (immunologis) dari University of Western Sydney Professor Connie Katelaris mengatakan sebagian orang akan mulai menderita alergi ini di awal musim semi, namun dengan berlanjutnya musim keadaan akan menjadi lebih buruk.

“Serbuk (pollen) dari rumput yang menyebabkan alergi paling banyak.” katanya kepada Radio seperti dilansir ABC Sydney.

Advertisement