Peneliti BMKG Jelaskan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Bukan Hanya Dampak Siklon Herman

Ilustrasi pembentukan bibit siklon tropis bisa memicu hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan siklon Tropis Herman, yang berdampak menghasilkan angin kencang di seumlah wilayah baru akan hilang pada pekan depan.

Siklon Tropis Herman muncul di Samudera Hindia di selatan RI, Kamis (30/3), dan mengakibatkan hujan disertai angin kencang di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta, dengan kecepatan angin maksimum saat itu mencapai 45 knot (83,4 km/jam) dan tekanan udara minimum 994 mb, bergerak ke arah timur-tenggara.

Peneliti Meteorologi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Deni Septiadi mengatakan kemunculan siklon cukup lama dan bertahanya bisa sampai seminggu.

Ia menuturkan efek hujan di berbagai daerah saat ini pada dasarnya bukan melulu ulah Siklon Tropis Herman. Sejumlah faktor lain turut memperkuat kondisi cuaca belakangan.

Pertama, Zona Konvergensi Intertropis atau Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ). Ini merupakan daerah pusat tekanan rendah di sekitar khatulistiwa yang jadi pertemuan angin pasat timur laut dan tenggara. Zona ini juga dikenal dengan cuacanya yang monoton dan tidak berangin.

Kedua, Monsun Asia, yang merupakan aliran angin dari Benua Asia yang melintasi RI yang membawa angin musim hujan, yang masih aktif.

“Monsun dari Asia masih aktif, ditambah pola aliran Herman, itu secara tidak langsung awan akan masif tumbuh di Kalimantan dan sekitar Jawa. Potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan lebih,” tutur Deni, dilansir CNNINdonesia.com.

 

Advertisement