JAKARTA – Ellen Sophie Wulan Tangkudung, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, menilai bahwa moda transportasi umum lebih aman daripada kendaraan pribadi atau sepeda motor saat pulang kampung (mudik).
Ellen menjelaskan, penggunaan transportasi umum dapat menjamin keselamatan pemudik, terutama di stasiun atau terminal yang memiliki fasilitas keamanan dan kesehatan yang memadai.
Ellen menegaskan bahwa tidak ada mudik yang sebanding dengan nyawa. Oleh karena itu, kata dia, pemudik harus memilih moda transportasi yang dapat menjamin keselamatan.
Ellen juga mengatakan bahwa dalam proyeksi Kementerian Perhubungan, pada mudik kali ini akan banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemudik sepeda motor memanfaatkan layanan mudik gratis dengan fasilitas layanan angkut sepeda motor menuju tempat tujuan.
Menteri Perhubungan Budi Karya telah mengumumkan program mudik gratis khususnya untuk pengguna sepeda motor, yang diprediksi akan mencapai 25,13 juta orang atau 20,3 persen dari total prediksi pemudik tahun ini yang mencapai 123,8 juta orang.
Program tersebut bertujuan untuk mendorong pemudik untuk memilih moda transportasi umum agar lebih aman dan nyaman saat melakukan perjalanan pulang kampung.
Ellen menyatakan bahwa banyak pemudik yang cenderung menggunakan sepeda motor saat mudik karena ingin memudahkan mobilitas di kampung halaman, seperti untuk keperluan silaturahmi dan kebutuhan lainnya.
Selain itu, kendaraan umum di kampung halaman mereka juga sulit dijangkau, sehingga mereka memilih sepeda motor sebagai opsi terbaik.
“Makanya mereka berpikir bahwa menggunakan sepeda motor saat mudik adalah pilihan terbaik,” katanya.
Dalam memilih transportasi umum, lanjut Ellen, masyarakat harus memastikan bahwa armada yang mereka tumpangi telah lolos uji kelayakan dari pengelola terminal, baik kondisi bus yang layak jalan maupun kondisi supir yang prima.
“Semua itu perlu dilakukan demi menjamin keselamatan pemudik,” tuturnya, dilansir dari Antara, Kamis (6/4/2023).





