WASHINGTON – Duta Besar Arab Saudi untuk Washington mengatakan bahwa pengumuman status Yerusalem sebelum penyelesaian akhir konflik Palestina-Israel akan membahayakan proses perdamaian dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
“Setiap pengumuman Amerika mengenai status Yerusalem sebelum penyelesaian akhir tercapai akan membahayakan proses perdamaian dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut,” Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
“Kebijakan Kerajaan telah dan terus mendukung rakyat Palestina, dan ini telah dialihkan ke pemerintah AS,” kata Pangeran Khalid, dilansir Alarabiya, Selasa (5/12/2017).
Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan mengumumkan keputusan pada hari Senin (4/12/2017) namun akan dibuat “dalam beberapa hari mendatang”.
Juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One saat Trump kembali dari sebuah perjalanan ke Utah bahwa Presiden masih harus mengambil keputusan apakah akan menunda pemindahan kedutaan lagi.
Trump telah memutuskan untuk menandatangani surat pengunduran diri yang akan menunda memindahkan kedutaan tersebut dari Tel Aviv selama enam bulan lagi, karena setiap presiden AS telah melakukannya sejak Kongres mengeluarkan undang-undang tentang masalah tersebut pada tahun 1995.





