Pengungsi di Jerman Terbitkan Surat Kabar Sendiri

Umpan balik untuk Abwab sejauh ini positif, dengan pengungsi melaporkan kembali bahwa publikasi adalah baik berguna dan menyambut [Ramy Al Ashiq / Al Jazeera]

BERLIN (KBK) – Agar para pengungsi yang lebih dari 1 juta orang berasal dari Timur Tengah mendapat informasi yang jelas tentang Jerman dan Kebijakan atau apasaja untuk keperluan pengungsi, seorang pengungsi dari Suriah asal Palestina Ramy Alasheq menerbitkan surat kabar berbahasa Arab di Jerman.

“Inspirasi ini datang berangkat dari pengalaman saya sendiri yang banyak menemui kesulitan informasi selama perjalanan menuju Jerman,” katanya ketika meluncurkan Surat Kabar Abwab, 1 Desember 2015 lalu.

Nama Abwab sendiri berarti pintu. Terinspirasi dari kebaikan warga Jerman Christina dan keluarga yang membukakan pintu rumahnya untuk menampung keluarga Ramy Alasheq di Cologne dengan penuh rasa cinta.

koranpengungsiRamy Alasheq merupakan pengungsi yang juga wartawan, penyair dan aktivis, ikut mencari peruntungan ke negara Eropa bersama 1 juta pengungsi lainnya.

“Mereka berjiwa besar dan ramah, mereka memberi saya banyak cinta,” katanya kepada Al Jazeera, Jumat (8/1/2016).

“Suatu saat saya mengucapkan terima kasih kepada Cristina, untuk semuanya. Dia berkata, Jangan berterima kasih padaku. Aku hanya membuka pintu,” cerita Alasheq.

Dari kata Christina inilah, akhirnya ia terinspirasi membuat Surat kabar dengan nama pintu atau “Abwab” dalam bahasa Arab.

Surat kabar ini, diluncurkan pada tanggal 1 Desember, 2015, Alasheq bertindak langsung sebagai editor-in-chief, cetak pertama kali 25.000 eksemplar dan didistribusikan secara gratis di tempat penampungan pengungsi dan pusat komunitas di seluruh negeri.

Mengingat keberhasilannya, lebih jauh ia berencana akan menambah cetak 10.000 eksemplar lagi. Pada edisi kedua, akan dicetak 45.000 eks.

Abwab dibuat dan dijalankan oleh pengungsi untuk pengungsi  mereka berkomunikasi melalui Skype dan mengirim data file melalui Dropbox. Kontributor terdiri dari relawan Suriah dan Irak, sementara desainer dan tata letak dilakukan di Turki.

Menurut data pemerintah, lebih dari satu juta pengungsi tiba di Jerman tahun lalu, termasuk 428.468 warga Suriah, 154.046 warga Afghanistan dan 121.662 warga Irak.

Alasheq berasal dari Yarmouk Camp di Damaskus dan sebelumnya pernah dipenjara di Suriah dan Yordania karena tulisannya.

Advertisement