SEMARANG–Tanah longsor terjadi akibat hujan lebat yang melanda Kota Semarang termasuk di wilayah Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Candisari, di lingkungan RT 03 RW 08 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang, baru-baru ini.
Kejadian tanah longsor tersebut menimpa dua rumah warga dan di lingkungan RT 04 RW 03 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang yang menimbun akses jalan kampung, serta di lingkungan RT 15 RW 06 Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, tanah longsor menjebol satu pagar rumah warga.
Koramil 05/Banyumanik Kodim 0733-BS/Semarang bersama dengan Muspika Kecamatan Banyumanik dan Muspika Kecamatan Candisari serta masyarakat Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari dan masyarakat Kelurahan Pudak payung Kecamatan Banyumanik terjun bersama membersihkan sisa-sisa timbunan tanah longsor. Kegiatan ini turut serta melibatkan BNPB Kota Semarang. Kegiatan karya bhakti ini sebagai wujud nyata dari TNI AD khususnya Koramil 05/Banyumanik Kodim 0733-BS/Semarang yang peduli terhadap situasi dan kondisi di wilayah binaannya.
Kegiatan Karya Bhakti berlangsung selama dua hari, di mulai hari Rabu (6/1) sampai dengan hari Kamis (7/1).
Komandan Koramil 05/Banyumanik Mayor Inf Ahmad Mubarok mengatakan, bahwa Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari dan Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Bayumanik Kota Semarang merupakan salah satu daerah rawan tanah longsor, mengingat berada di lereng perbukitan. Kejadian bencana tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan sewaktu hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.
“Sedangkan untuk kerugian personil Alhamdulillah tidak ada sedangkan untuk kerugian material di dua kecamatan tersebut diperkirakan dua unit rumah warga Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari ditaksir mengalami kerugian kurang lebih Rp 75 Juta, dan akses jalan kampung Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari yang ditaksir kurang lebih Rp 50 Juta serta satu pagar rumah warga Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik diperkirakan kurang lebih Rp 12 Juta,”imbuhnya, Jumat (8/1) seperti diberitakan Suara Merdeka.




